Kecantikan Artifisial

Kecantikan Artifisial

Kadang saya kembali ke masa lalu dan mengenang sewaktu saya menjadi ahli pijat profesional. Klien saya adalah para penari papan atas di sini, wanita-wanita cantik dan beberapa pria yang sangat terlatih. Mereka memiliki bentuk tubuh yang sempurna yang masing-masing merupakan tantangan yang tidak mudah untuk saya pijat. Tubuh dengan lekuk sensual tanpa busana berbaring di atas meja pijat dan berada di bawah kuasa kedua tangan saya. Beberapa dari mereka begitu menyukai sentuhan dan pijatan tangan saya dan dapat menikmatinya lebih dari yang diharapkan. Namun bagi saya kegiatan memijat ini merupakan ajang untuk mempelajari tubuh manusia lebih dalam, yaitu kecantikan/keindahan tubuh yang sehat dan bukan tubuh yang dimodifikasi.

Beberapa saat lalu, saya diminta oleh teman baik saya seorang pemilik sekolah tari untuk memijat sekelompok penari baru.  Saat meja pijat telah siap, mereka antri. Sebagian tanpa busana. Saya terpesona melihat ukuran payudara gadis-gadis yang masih begitu muda. Beberapa penari Korea ini baru berusia 18 tahun namun memiliki payudara yang sangat kencang dan lekuk tubuh yang tak biasa. Pada waktu saya memijat, barulah ketahuan betapa banyak perubahan yang sudah dialami oleh tubuh-tubuh belia ini dan betapa sangat artifisial. Banyak syaraf-syaraf yang sudah rusak dan mereka tidak bisa merasakan nikmatnya pijatan seperti yang dirasakan para klien saya dahulu.

Dengan memiliki payudara yang lebih besar, perut yang rata, pinggang yang ramping, dan wajah yang berubah, tubuh mereka sebenarnya telah mengalami “mutilasi”. Sebagai seorang Age Control Professional, saya tahu bahwa tubuh manusia berubah setiap tujuh tahun. Sebagian besar gadis-gadis belia ini akan menghabiskan sebagian waktu hidupnya untuk menjalani operasi kecantikan agar mereka tetap memiliki bentuk tubuh sempurna. Dan setiap operasi ini (tentu saja) akan mengakibatkan kerusakan di dalam tubuh lebih jauh dan proses penuaan yang akhirnya akan merusak mereka. Alih-alih memperlambat penuaan, mereka justru akan mengalami penuaan lebih dini dibandingkan dengan wanita-wanita yang tubuhnya tidak mengalami operasi kecantikan apapun.

Sebagai seorang body and mind professional, saya lebih menyukai wanita dengan bentuk tubuh yang masih asli, masih natural. Untuk wanita Asia, bentuk payudara kecil lebih cocok untuk keseluruhan bentuk tubuhnya; hanya sedikit bagian ‘lemak’ yang dibutuhkan. Dalam pandangan saya, seorang wanita yang sehat itu cantik. Mungkin dia bukanlah pemenang kontes kecantikan, tapi dia akan memenangi proses penuaan alami karena wanita menjadi lebih cantik seiring jalannya waktu. Bagaikan buah yang sedang masak, rasanya lebih enak di setiap gigitan. -AvdV- REV (translation)

Arnaud Van Der Veere