Kecantikan Artifisial

translated by Revni

22 March 2014 at 11:23

Kadang saya kembali ke masa lalu danmengenang sewaktu saya menjadi ahli pijat profesional. Klien sayaadalah para penari papan atas di sini (Belanda), wanita-wanita cantik dan para pria yangsangat terlatih. Mereka memiliki bentuk tubuh yang sempurna yang masing-masingmerupakan tantangan yang tidak mudah untuk saya pijat. Tubuh dengan lekuksensual tanpa busana berbaring di atas meja pijat dan berada di bawahkuasa kedua tangan saya. Beberapa dari mereka begitu menyukai sentuhan dan pijatantangan saya dan dapat menikmatinya lebih dari yang saya harapkan. Namun bagi sayakegiatan memijat ini merupakan ajang untuk mempelajari tubuh manusia lebihjauh, yaitu kecantikan/keindahan tubuh yang sehat dan bukan tubuh yang sudah dimodifikasi.

 

Beberapa saat lalu, saya diminta olehteman baik saya seorang pemilik sekolah tari untuk memijat sekelompokpenari baru.  Saat meja pijat telah siap, mereka (para penari) berdiri antri. Sebagian darimereka bahkan sudah tanpa busana. Saya terpesona melihat ukuran payudara gadis-gadis yangmasih begitu muda. Beberapa penari Korea ini baru berusia 18 tahun namunmemiliki payudara yang sangat kencang dan lekuk tubuh yang tak biasa. Padawaktu saya memijat, barulah ketahuan betapa banyak perubahanyang sudah dialami oleh tubuh-tubuh belia ini dan betapa sangatartifisial. Banyak syaraf-syaraf yang sudah rusak dan mereka tidak bisamerasakan nikmatnya pijatan seperti yang dirasakan para klien saya dahulu.

 

Dengan memiliki payudara yang lebih besar,perut yang rata, pinggang yang ramping, dan wajah yang berubah, tubuh merekasebenarnya telah mengalami “mutilasi”. Sebagai seorang AgeControl Professional, saya tahu bahwa tubuh manusia berubah setiaptujuh tahun. Sebagian besar gadis-gadis belia ini akan menghabiskan sebagianwaktu hidupnya untuk menjalani operasi kecantikan agar mereka tetap memilikibentuk tubuh sempurna. Dan setiap operasi ini (tentu saja) akan mengakibatkankerusakan di dalam tubuh lebih jauh dan proses penuaan yang akhirnya akanmerusak tubuh mereka. Alih-alih memperlambat penuaan, mereka justru akan mengalamipenuaan lebih dini dibandingkan dengan wanita-wanita yang tubuhnya tidakmengalami operasi kecantikan apapun.

 

Sebagai seorang profesional dalam hal Body and Mind,saya lebih menyukai wanita dengan bentuk tubuh yang masih asli, masih natural.Untuk wanita Asia, bentuk payudara kecil lebih cocok untuk keseluruhan bentuktubuhnya; hanya sedikit bagian ‘lemak’ yang dibutuhkan. Dalam pandangan saya,seorang wanita yang sehat itu cantik. Mungkin dia bukanlah pemenang konteskecantikan, tapi dia akan memenangi proses penuaan alami karena wanita menjadilebih cantik seiring jalannya waktu. Bagaikan buah yang sedang masak, rasanyalebih enak di setiap gigitan. -AvdV-

oleh Arnaud Van Der Veere